Sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi terbaru Toyota (seperti pada Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross) dirancang khusus untuk efisiensi tinggi di kondisi stop-and-go seperti Jakarta. 

Sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi terbaru dari Toyota menawarkan solusi praktis untuk menembus kemacetan ekstrem di kota – kota besar.

Sistem canggih ini dilengkapi dengan manajemen energi pintar yang memprioritaskan motor listrik saat kondisi jalanan macet (stop-and-go).

Hal ini secara signifikan mengurangi ketergantungan pada mesin bensin serta memastikan getaran yang minim dan pengoperasian yang senyap di tengah padatnya lalu lintas.

Berikut adalah cara kerja sistem tersebut saat menghadapi kemacetan:

1. Mode EV (Listrik Penuh) saat Merayap 

Saat mobil bergerak pelan di bawah 40 km/jam atau saat merayap di kemacetan, mesin bensin biasanya mati sepenuhnya. Roda digerakkan oleh motor listrik yang mendapatkan energi dari baterai. Ini menghilangkan konsumsi BBM dan emisi gas buang saat mobil tidak bergerak produktif. 

2. Pengisian Daya Otomatis (Self-Charging) 

Sistem HEV Toyota tidak memerlukan charger luar. Di tengah kemacetan, baterai diisi melalui dua cara: 

Regenerative Braking: Setiap kali Anda menginjak rem atau melepas gas, motor listrik berubah fungsi menjadi generator yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk disimpan di baterai.

Engine Charging: Jika indikator baterai rendah saat mobil diam, mesin bensin akan menyala secara otomatis hanya untuk memutar generator guna mengisi daya baterai, lalu mati kembali. 

3. Power Split Device (Transmisi Pintar

Berbeda dengan sistem mild hybrid, HEV Toyota menggunakan Power Split Device yang membagi tugas antara mesin bensin dan motor listrik secara halus. 

Saat Akselerasi Mendadak: Jika Anda butuh menyalip di celah sempit jalanan Jakarta, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan (Power Assist) untuk memberikan torsi instan tanpa jeda. 

4. Optimalisasi Komponen Elektrik

Pada mobil konvensional, AC dan kelistrikan sangat membebani mesin saat macet. Di sistem HEV terbaru:

Kompresor AC digerakkan secara elektrik oleh baterai hybrid.

Hasilnya, kabin tetap dingin maksimal meskipun mesin bensin mati total saat mobil berhenti lama di lampu merah atau kemacetan panjang.

5. Efisiensi “Real-World” di Kota Besar

Berdasarkan uji coba di medan perkotaan, sistem ini mampu menjaga konsumsi bahan bakar tetap irit (seringkali mencapai di atas 1:20 km/liter) karena sistem secara cerdas meminimalkan penggunaan mesin bensin pada rentang RPM yang tidak efisien.

Bagi Anda yang ingin membandingkan spesifikasi atau melakukan test drive, Anda dapat mengunjungi laman resmi Toyota Astra Motor (TAM) untuk melihat lini produk hybrid terbaru mereka.